Pages

Thursday, October 31, 2013

Sotong Goreng Rangup 2 ...Rangup Dan Lebih Mudah....

Kali ni saya guna resepi Kak Besah yang meletops tu...
memang rangup, dan mudah.....mudah nak buat dan 
mudah nak sediakan bahan-bahannya. Resepi yang 
sebelum ni di sini rangup tapi banyak bahannya...

Sotong Goreng Rangup - Amy
Resepi asal: kakbesah@myresipi.com
Bahan-bahan
1 kg sotong besar - cuci, potong bulat 1cm tebal
dan tos kan atas penapis.
7 ulas bawang putih - ditumbuk*
2 sudu mkn rempah kari ikan*
1/2 sudu mkn garam*

Bahan saduran tepung
2 cawan tepung jagung,
1 cawan tepung beras,
4 sudu makan rempah kari ikan dan 1 sudu teh garam
- semua dimasukkan dalam bekas bertutup lalu 
  digoncang-goncangkan supaya bercampurata.
2 biji telur dikacau ringan
minyak utk menggoreng terendam.

Cara-cara
1. Gaul sotong yang telah dihiris bulat bersama
   bahan –bahan bertanda* - ketepikan.
2. Celup sotong satu persatu dalam telur dan terus 
   golekkan dengan tepung campuran tadi.
   paling senang, goncang dalam bekas bertutup tu
   supaya tepung menyaluti sotong dengan rata.
3. Goreng sotong sehingga keperangan.
   Jangan goreng terlalu garing nanti sotong 
   akan jadi liat.
4. Campuran tepung tu jika berlebih, bolehlah
   dibungkus dalam plastik dan disimpan dalam 
   peti ais. Boleh diguna lain kali..

*Waktu menggoreng tu saya tambah daun kari..hmm
sedap baunya...

Tuesday, October 29, 2013

Pemimpin Yang Membawa Azab...Jangan Cenderung Kepada Pemimpin Yang Zalim.

Syaikul Islam Imam al Ghazali dalam kitabnya Ihya 
Ulumuddin pernah memberikan nasihat tentang cara 
berinteraksi dengan pemimpin yang zalim. 

"Jangan bergaul dengan para pemimpin dan pembesar
yang zalim, bahkan jangan menemuinya. Berjumpa dan
bergaul dengan mereka hanya membawa petaka. Dan
sekiranya kamu terpaksa bertemu, jangan memuji-muji
mereka, kerana Allah sangat murka ketika orang fasik
dan zalim dipuji. Dan barangsiapa mendoakan mereka
panjang umur, maka sesungguhnya dia suka agar Allah
didurhakai di muka bumi. "

Tidak hanya tentang pertemuan, bahkan Imam al Ghazali 
mengeluarkan larangan menerima pemberian dari penguasa
yang zalim. 

"Jangan menerima apa-apa pemberian dari golongan
pembesar, meski kamu tahu pemberian itu berpunca dari
yang halal. Sebab, sikap tamak mereka akan merosakkan
agama. Pemberian itu akan menimbulkan rasa simpati 
(jika diterima). Lalu kamu akan mula menjaga 
kepentingannya mereka dan berdiam diri atas kezaliman 
yang mereka lakukan. Dan itu semua telah merosakkan 
agama. "

Peringatan susulan juga diungkapkan. Sekecil-kecilnya
mudharat ketika seseorang menerima hadiah dari penguasa
adalah, akan muncul rasa sayang terhadap mereka.
"Seterusnya kami akan mendoakan mereka kekal dan lama
di atas kedudukannya. Mengharapkan orang yang zalim lama
berkuasa sama seperti mengharapkan kezaliman berpanjangan
atas hamba-hamba Allah dan alam akan musnah binasa. "

Jika sudah demikian, Imam al Ghazali mengajukan soalan
yang luar biasa menyeramkan. "Apalagi yang lebih buruk
dibanding dengan kerosakan agama?"

Setiap penguasa, selalu mempunyai kemungkinan untuk
berbuat zalim, kecuali penguasa yang beriman kepada Allah,
berteman dan dikeliling orang-orang yang beriman pula.
Mereka saling mengingatkan dan memberi nasihat, hanya
demi kebaikan, dan bukan untuk kepentingan.

Tapi ketika seorang penguasa dikelilingi orang-orang yang
busuk dan jahat, maka kezaliman hanya tinggal menunggu
masa untuk dirasakan. Dan ketika semua itu terjadi,
kerosakan akan bermaharajalela, kehancuran di depan mata, menggelincirkan manusia dari jalan kebenaran dan menjadikan
kesesatan sebagai panutan. Kerana itu, pemimpin yang zalim
masuk menjadi salah satu golongan yang paling dibenci oleh
Allah SWT.

Rasulullah bersabda, "Ada empat golongan yang paling
Allah benci. Peniaga yang banyak bersumpah, orang
fakir yang sombong, orang tua yang berzina, dan
seorang pemimpin (penguasa) yang zalim." 
(HR. An-Nasai)

Bahkan, Rasulullah memberikan penegasan sanksi atas
para pemimpin yang zalim. Dalam Shahih Bukhari Muslim disebutkan, Rasulullah bersabda, "Tidaklah ada seseorang 
hamba yang Allah beri kepercayaan untuk memimpin, 
kemudian pada saat matinya dia berada dalam (keadaan) 
melakukan penipuan terhadap rakyatnya, kecuali akan 
diharamkan atasnya untuk masuk syurga."

Alangkah ruginya para pemimpin seperti ini. Dan alangkah
malangnya umat dan rakyat yang mendapat pemimpin seperti 
ini. Ketika seorang pemimpin zalim berkuasa, maka yang
bertanggung jawab bukan hanya para pelaku kekuasaan; raja,
maharaja, presiden bahkan gabenor dan kepala desa. Umat ​​
dan rakyat pun akan bertanggung jawab memikul beban
penguasa yang zalim.

Ibnu Taimiyyah dalam karyanya Siyasah Syari'iyah mengutip
sebuah hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. 
"Barangsiapa yang mengangkat seseorang (pemimpin)
untuk mengurusi perkara kaum Muslimin sementara dia
mendapati ada seseorang yang lebih layak daripada orang 
yang diangkatnya, maka dia telah berkhianat pada
Allah SWT dan Rasul-Nya."

Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari sahabat Jabir ra,
Rasulullah juga menegaskan bahawa mereka yeng memilih
pemimpin dengan pamrih duniawi maka Allah tidak akan
menyapa orang-orang seperti ini di akhirat nanti.

"Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh
Allah pada hari kiamat, tidak dilihat dan tidak akan
disucikan, dan bagi mereka azab yang pedih. Mereka
adalah; Orang yang mempunyai kelebihan air di padang
pasir namun tidak mau memberikannya kepada orang 
yang berada di tengah perjalanan; orang yang menawarkan
barang dagangan kepada orang lain setelah Ashar, lalu ia 
bersumpah dengan nama Allah bahawa ia telah membelinya
sekian dan sekian sehingga lawannya mempercayainya,
padahal sebenarnya tidaklah demikian; dan seseorang
yang mengikrarkan kepatuhannya kecuali untuk kepentingan
dunia (harta),bila sang pemimpin memberinya ia akan patuh
dan bila tidak memberinya ia tidak akan mematuhinya. "

Jauh-jauh hari, sesungguhnya Allah telah melakukan 
perlindungan agar kita tidak mempunyai kecenderungan hati 
pada orang-orang yang zalim. Sebab, kecenderungan itu akan mengantarkan kita pada azab yang pedih.

"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang
zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan
sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun
selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS Hud [11]: 113)

Sungguh, seorang pemimpin sejatinya adalah sebuah perisai
yang melindungi rakyatnya. Seperti sabda Rasulullah,
"Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai,
rakyat akan berperang di belakang serta berlindung
dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada
Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan
memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan
selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.
"(HR Muslim)

Pemimpin dan yang dipimpin adalah mata rantai yang
tidak boleh dipisahkan. Pemimpin lahir dari dan terpilih
oleh orang-orang yang akan dipimpin. Ketika seorang
pemimpin bersalah, maka bersalah pula mereka yang
memilihnya. Ketika seorang pemimpin berbuat zalim,
maka mereka yang memilih juga akan menanggung
akibatnya.

Sungguh bukan pekerjaan ringan untuk menjaga dan
menghalang-halangi para pemimpin agar tidak berbuat
zalim. Orang-orang yang dipimpin harus menjaga para
pemimpin dengan cara memastikan bahawa ketua negara
melakukan kewajiban-kewajiban besarnya. Kewajiban
pemimpin negara adalah menegakkan keadilan,
memberantas kezaliman, melaksanakan undang-undang 
syariat, dan bahkan kewajiban personal untuk tidak 
melakukan maksiat.

Umar bin Khattab ra lebih tegas lagi mengatakan, tugas
seorang pemimpin adalah menjaga agama.
"Pemimpin di angkat untuk menegakkan agama Allah,"
kata Umar bin Khattab.

Jika kita mampu menjaga para pemimpin yang terpilih,
menjadi para pemimpin yang menegakkan agama Allah,
menjaga akidah umatnya, memberantas kezaliman dan
melaksanakan syariat, sungguh negeri ini ibarat 
potongan syurga di dunia. Apalagi Rasulullah bersabda 
bahawa menasihati para pemimpin untuk taat pada Allah, 
adalah salah satu perilaku yang mengundang redha-Nya.
"Sesungguhnya Allah redha terhadap tiga perkara 
dan membenci tiga perkara. Dia rela apabila kalian 
menyembah-Nya, berpegang teguh pada tali-Nya dan 
menasihati para pemimpin. Dan Allah membenci 
pembicaraan sia-sia, menghambur-hamburkan harta dan 
banyak bertanya. "

Ada beberapa perkara yang membuat pemimpin tergelincir
pada perilaku zalim. Yang paling berbahaya adalah, ketika
seorang pemimpin menuruti hawa nafsu dan mengejar
kesenangan dunia. Kemudian, kolusi dan nepotisme yang
tidak sesuai dengan peraturan kebenaran. Para penasihat
yang buruk dan teman yang jahil, juga mampu 
menggelincirkan para pemimpin.Jika orang-orang yang 
lemah dan kaum kuffar dijadikan sebagai pembantu,
kehancuran tinggal menunggu waktu.Rela dan mudah 
terpengaruh pada tekanan antarabangsa, juga menjadi 
penyebab pemimpin berlaku zalim.

Tugas umat, belum lagi selesai. Setelah terpilih, para 
pemimpin harus terjaga. Jika tidak, kita juga yang akan 
merasakan azab dan akibatnya. Sebab, keadilan seorang 
pemimpin adalah penawar dahaga bagi umatnya dan lebih 
utama dari ibadah ritual yang dilakukannya. 
"Keadilan seorang pemimpin walaupun sesaat
jauh lebih baik daripada tujuh puluh tahun," 
demikian sabda Rasulullah. (HR Thabrani)

Tapi jika yang terjadi justru sebaliknya, maka sungguh 
keadaan yang akan menimpa."Yang aku takuti pada umatku 
adalah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan," 
sabda Rasulullah. (HR Dawud)

Jika pemimpin-pemimpin sesat telah memimpin, maka 
manusia akan berada pada penyelasan yang tiada tara 
seperti yang digambarkan Allah dalam firman-Nya. 
"Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam 
neraka, mereka berkata:" Alangkah baiknya, andaikata 
kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul." 
(QS al Ahzab [33]: 66)


Dan ketika kita sampai pada tahap itu, penyesalan paling 
besar pun tidak akan bermakna. Semoga kita adalah umat 
yang terbaik, dengan pemimpin-pemimpin yang soleh dan 
muslih. Bukan sebaliknya, umat yang dipimpin para penguasa 
yang zalim dan bathil.Semoga pemimpin kita tidak seperti 
pepatah, tongkat yang membawa rebah!

Saya kongsikan artikel ini untuk kita berfikir adakah kita 
telah memilih,melantik mereka yang berhak atau sebaliknya…
Adakah kita tidak takut dengan azab dan tidak taat kepada
Allah SWT…??? Nauzubillah...............

Berbisiklah Saat Marah......Mampukah????


Untuk renungan hari ini. Senyum....

Petua ini saya copy dari fb Dato' Tuan Ibrahim bin 
Tuan Man (Official). Semoga bermanfaat kepada 
ibubapa,juga buat semua.....

Bagi mereka yang suka marah-marah kat anak sendiri 
kerana sayang dan untuk mendidik....

1. Kita adalah orang matang, anak kita masih tak 
   matang,mengapa yang matang perlu marah pada 
   yang tak matang?

2. Kita orang besar, mereka orang kecil, mengapakah 
   orang yang besar perlu marah pada orang yang 
   kecil?

3. Kita adalah orang yang berpengalaman, anak-anak 
   tidak    pernah lagi melihat dunia... mengapakah 
   harus kita    harapkan anak-anak kita faham dan 
   selari dengan pandangan kita...

4. Masih ingat teori ini?

Pernahkah terfikir mengapa dua orang marah perlu 
menjerit antara satu sama lain walaupun duduk 
bersebelah?

Pernahkah terfikir mengapa dua orang yang saling 
menyayangi lebih suka membisik antara satu sama lain 
walaupun duduk berjauhan, atau di telefon?

Apabila kita marah, dua hati adalah berjauhan, 
oleh itu,mereka memerlukan suara/nada yang kuat 
untuk berhubung.Masalahnya, makin dijerit, makin 
berjauhan.

Bagi mereka yang kita sayang, dua hati adalah dekat,
jadi tidak perlu untuk menjerit-jerit, hanya perlu 
membisik sudah terasa dekat. Makin dibisik, makin 
terasa sayang.

Itulah keajaiban ciptaan Allah pada sistem badan 
manusia.

Maka, persoalannya, jika kita ingin mendidik anak-
anak kita...perlukah kita marah-marah padanya 
walaupun mereka berbuat silap?

Sekiranya menggunakan pendekatan marah-marah, 
tanya pula diri, adakah kita mahukan anak kita 
mendengar kata-kata dengan hati mereka berjauhan 
dengan kita?

Atau kita mendidik dengan berbisik, supaya mereka 
faham dengar dan hati mereka kekal dekat dengan 
kita?

Apabila kita sudah mula marah-marah pada anak, 
tanyalah diri sendiri adakah hati kita dan anak kita 
sudah berjauhan?

Hubungan ibubapa dengan anak-anak yang terbaik 
ialah anak-anak menganggap ibubapa sebagai sahabat 
karib dengan penuh penghormatan tanpa rasa segan 
silu untuk berbincang segala masalah dengan ibubapa.

Memang betulkan??? ... kita sendiri pun tak suka 
orang jerit -jerit kat kita... samalah juga anak-anak 
yang hatinya jauh lebih kecil dari kita.

Ada beberapa cara untuk kita mengawal marah 
menurut Islam. Semoga kita mengamalkannya..
(peringatan untuk diri sendiri).

1)BERWUDUK
Rasulullah SAW bersabda . maksudnya
"Marah datangnya daripada syaitan dan ia diciptakan
daripada api sedangkan api itu hanya dipadamkan 
dengan air. Oleh itu apabila kamu marah, maka 
hendaklah berwuduk."
-Riwayat Abu Daud-

2)MENGUBAH POSISI
Ketika kita sedang marah , ubah posisi diri kita ,
jika kita sedang berdiri, maka duduk.
Jika sedang duduk berbaringlah ..

3)BERZIKIR
Istighfar banyak banyak..moga diberikan kesabaran oleh 
Allah.

4)BERDIAM DIRI
Bila kita marah , mulalah nak keluar perkataan yang 
tak elok. Kadang-kadang bila marah kita cakap main 
lepas je .. mungkin apa yang kita cakap boleh 
mengguriskan hati orang yang mendengar. Dah dikira 
berdosa .. dengan ini baik DIAM sahaja.
Dengan berdiam diri, semuanya akan selamat..

* Jangan Marah aaa..Nanti kena jual....
* Jangan Marah aaa.. Nanti cepat tua....
Ada ke orang marah muka nampak cantik??? Rasanya..
tak ada...macam jin bertoncet adalah...(macam pernah
tengok jin la pulak...he he hee)
Tapi kalau lelaki memuji perempuan tengah marah
dengan kata-kata..."Lagi marah lagi cantiklah..."
Sah-sah ayat meng 'usha'...kan?...kan?..kan?...



Monday, October 28, 2013

Acar Telur Puyuh...Sedap nyerr!!!!

Lauk acar yang sedap dimakan dengan nasi minyak
and the gang yang sewaktu dengannya ataupun 
nasi putih...

Acar Telur Puyuh – Amy
Bahan-bahan:-
2 biji timun
1 batang lobak merah
3 biji cili merah
6 batang cili hijau
7 ulas bawang merah
4 ulas bawang putih
1 cawan kacang tanah
½ cawan udang kering - direndam
1 cawan minyak masak
1 sudu besar biji sawi
1 inci halia
30 biji telur puyuh
1 sudu besar cuka / jus limau
1 cawan gula merah
1/2 cawan cili kisar/giling
Garam secukupnya
Cara
         1.         Telur direbus, kemudian buang kulitnya 
              dan digoreng sekejap. 
2.         Timun, lobak dihiris ikut suka.
3.         Cili merah, cili hijau di belah empat.
4.       Timun, lobak, cili merah, cili hijau direndam 
     dalam air kapur selama 1 jam. Kemudian
     toskan.
5.         Bawang merah, bawang putih dan halia 
     dan udang kering dikisar.
6.          Panaskan minyak tumiskan bahan dikisar 
     hingga naik bau.
7.          Masukkan cili kisar tumis dengan api 
     perlahan.
8.          Kemudian masukkan 3 cawan air, serta 
     cuka/jus limau, kacang tanah, gula merah, 
     garam secukup rasa.
9.           Bila bahan- bahan sudah masak baru 
     masukkan telur puyuh dan biji sawi.
10. Masukkan timun dan lobak merah serta
     cili tadi, kacau sebati dan angkat untuk 
     dihidang.